PTK dan Perangkat PAI

PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMPERAGAKAN PELAKSANAAN HAJI DAN UMROH DI KELAS IXG SMP NEGERI 3 TUBAN MELALUI STRATEGI PEMBELAJARAN PENGALAMAN LANGSUNG

Hj.Annisa’i Choiriyah,S.Ag.

BAB I
PENDAHULUAN
1.1. KONTEKS PENELITIAN
Memperagakan Pelaksanaan Haji dan Umroh merupakan salah satu Kompetensi Dasar Materi Haji dan Umroh yang merupakan materi pokok aspek Fiqih dan bagian dari Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP masuk Rukun Islam ke 5 yang merupakan kewajiban bagi umat Islam, sehingga materi tersebut yang sangat penting yang harus dikuasai oleh siswa.

Pendidikan Agama Islam diajarkan di SMP dimaksudkan untuk meningkatkan potensi spiritual dan membentuk peserta didik agar menjadi manusia beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlaq mulia.

Sebagaimana dijelaskan pada Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Pendidikan Agama Islam yang dikeluarkan BSNP hal : 1: 2006 di nyatakan “ Pendidikan Agama Islam berfungsi sebagai potensi peningkatan spiritual mencakup pengenalan, pemahaman dan penanaman nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari sebagai manusia yang bermartabat sebagai makhluk Allah SWT”.

Materi Haji dan umroh merupakan Materi pengenalan, pemahaman dan penanaman kepada peserta didik yang sebelumnya siswa belum pernah menegenal, melihat dan bahkan mengalami dan merupakan ibadah yang dilaksanakan di Makkah yang jauh dari Indonesia, sehingga dalam proses pembelajaran merupakan hal baru yang kurang diminati, sekaligus dianggap materi yang tidak menarik padahal merupakan materi yang essensial, sehingga proses pembelajaran cenderung pasif tidak kondusif dan hasil yang dicapa rendah.
Dengan diberlakukannya Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan ( KTSP) yang memberikan kontribusi kepada guru untuk dapat mengembangkan Strategi dan kreatifitas pembelajaran agar pembelajaran dapat berjalan dengan kondusif dan hasil belajar dapat meningkat. Dengan menggunakan Strategi Pembelajaran Pengalaman langsung merupakan salah satu alternanif

1.2. FOKUS PENELITIAN
Dari Konteks penelitian tersebut dapat difokuskan masalah sebagai berikut:
1.2.1. Bagimana aktivitas siswa dalam Memperagakan Pelaksanaan Materi Haji dan Umroh dengan Strategi Pembelajaran Pengalaman langsung ?
1.2.2. Bagaimana hasil belajar siswa setelah melalui Strategi Pembelajaran Pengalaman Langsung pada Kopetensi Dasar : “Memperagakan Pelaksanaan ibadah Haji dan Umroh “?
1.3. TUJUAN PENELITIAN
1.3.1. Mendiskripsikan tentang aktifitas siswa dalam mengikuti pembelajararan KD: Memperagakan Pelaksanaan ibadah Haji dan Umoh dengan media Strategi Pembelajaran Pengalaman Langsung
1.3.2. Mendiskripsikan peningkatan hasil belajar siswa setelah pembelajaran berakhir
1.4. ASUMSI PENELITIAN.
Penelitian ini dilandasi beberapa asumsi sebagai berikut:
1.4.1. Siswa SMP belum mempunyai pengetahuan atau pengalaman Pribadi tentang Memperagakan Pelaksanaan ibadah Haji dan Umroh, oleh karena itu sebelum melaksanakan peragaan perlu dipersiapkan dengan baik untuk mengumpulkan pengetahuan atau pengalaman yang luas terarah , mendalam dan memadai.
1.4.2. Strategi Pembelajaran Langsung merupakan salah satu alternatif Strategi Pembelajaran yang dapat meningkatkan semangat, minat, perhatian, kesenangan siswa dalam mengikuti pembelajaran Memperagakan Pelaksanaan ibadah Haji dan Umroh
1.4.3. Strategi Pembelajaran Langsung tersebut menekankan pada proses keterlibatan siswa secara aktif, kreatif dari tahap pra pembelajaran, saat pembelajaran dan pasca pembelajaran yang akhirnya hasilnya meningkat.

1.5. MANFAAT HASIL PENELITIAN
1.5.1. Bagi siswa:
1.5.1.1. Dapat meningkatkan semangat, minat, perhatian, dalam proses pembelajaran dan hasil dalam Memperagakan Pelaksanaan ibadah Haji dan Umroh
1.5.1.2. Menjadi pengalaman yang sangat berharga kelak dewasa ,lebih-lebih bila ia menunaiakan ibadah Haji dan Umroh
1.5.2. Bagi Penulis:
Dapat meningkatkan profesionalisme guru dalam melaksanakan tugas pokok
1.5.3. Bagi guru dan guru Agama khususnya dapat menjadi salah satu alternatif Model pembelajaran
1.6. PENEGASAN ISTILAH.
Strategi Pembelajaran merupakan salah satu pendekatan dalam rangka mensiasati perubahan perilaku peserta didik secara adaptasi ( menyesuaian diri terhadap lingkungaan baik di rumah, sekolah dan masyarakat), dan secara generatif ( dari generasi ke genarasi, misalnya orang tua ke anaknya demikian pula dari anak ke anak atau dari guru ke murid peserta didik ) terus bergulir dari generasi ke generasi yang senantiasa berpasangan antara keduanya.atau biasa dikenal dengan istilah gaya belajar, Sebagaimana pendapat Nanang Hanafiah, yang mengatakan bahwa Strategi Pembelajaran adalah gaya belajar peserta didik (learning style) dan gaya mengajar guru ( teaching style)
Pengalaman Langsung merupakan pembelajaran yang melibatkan siswa diajak langsung mempraktekan atau memperagakan materi pembelajaran yang diampu oleh guru dalam hal ini adalah memperagakan pelaksanaan ibadah haji dan umroh yang biasa dikenal dengan istilah Explicit. Intruction ( Pengajaran Langsung).

\
BAB II
KAJIAN KEPUSTAKAAN

2.1. MEMPERAGAKAN PELAKSANAAN IBADAH HAJI DAN UMROH.
Memperagakan Pelaksanaan ibadah Haji dan Umroh merupakan bagian salah satu Kompetensi Dasar Materi Haji dan Umroh yang harus diajarkan di SMP, sebagaimana tercantum pada Standart Isi Kurikulum Kurikulum SMP tahun 2006 halaman 12 dinyatakan :
“ 6. 1. Menyebutkan pengertian dan ketentuan haji dan umroh
6.2 Memperagaan pelaksanaan Ibadah Haji dan Umroh “
Dari KD Memperagaan pelaksanaan Ibadah Haji dan Umroh “tersebut agar tercapa i/ terlampaui perlu adanyan pengembangan Strategi Pembelajaran yang dapat menarik minat dan sekaligus hasilnya baik
Memperagakan Pelaksanaan Ibadah haji dan umroh di Indonesia di bagi menjadi dua gelombang yakni gelombang satu dan gelombang dua , di mulai dari bagaimana cara-cara Pendaftaran Haji, manasik Haji, pemberangkatan, di Embarkasi, naik pesawat, di Bandara King abdul Aziz Jeddah Makkah, Madinah, arofah, Musdalifah, Mina dan Pulang ke tanah air. Dengan Proses Perjalanan Pelaksanaan Ibadah haji sebagai berikut:Sebagaimana pedoman yang diterbitkan oleh Kementerian Agama RI ,dengan prosedur di bwah ini:
2.1.1. Pendaftaran Haji.
Calon jamaah Haji sebelum menjadi calon jamaah terlebih dahulu mendaftarkan diri dengan cara menabung di BPS yang telah ditunjuk oleh pemerintah, sebesar Rp 25.000.000,00 ( dua puluh lima Juta) maka CJH akan mendapatkan Porsi sebagai Calon Jama’ah Haji Indonesia, jika sudah sudah mendapat porsi maka, CJH menunggu panggilan untuk mengikuti manasik Haji maka dan panggilan untuk pemberangkatan menuju Embarkasi: “Medan, Jakarta, Solo, Surabaya, Balik papan dan Ujung pandang”
2.1.2. Pemberangkatan Gelombang I
2.1.2.1 Di Embarkasi.
Jamaah Haji datang di Embarkasi setelah Cek in, penimbangan barang, istirahat, pemeriksaan kesehatan, penerimaan pasport, gelang identitas dan living cost. Maka jama’ah haji segera mempersiapkan diri untuk berangkat ke Bandara King Abdul Aziz Jeddah. Bagi yang naik pesawat Garuda Air Line sdang yang naik pesawat Saudia Airline maka ia segera mempersiapkan diri menuju Madinah
2.1.2.2. Di Bandara King Abdul Aziz Jeddah
Jama’ah Haji setibanya di Bandara king Abdul aziz Jeddah melaksanakan serangkaian kegiatan :
1. Pemeriksaan surat-surat perjalanan dan pasport
2. Pemeriksaan barang/ kopor, dan pemeriksaan badan
3. Menyerahkan pasport pada ketua regu dan rombongan untuk diserahkan kepada ketua kolter kemudian diserahkan ke bagian dokumen.dan menunggu keberangkatan menuju Madinah.
4. Pemeriksaan paspor
5. Pemberangkatan Pulang ke tanah air.
2.1.2.3.Di Madinah.
Jama’ah Haji di Madinah melakukan serangkaian kegiatan antara lain:
1. Sholat berjama’ah di Masjid Nabawi sebanyak 40 waktu ( Sholat arbain) selama 8/9 hari
2. Ziarah ke Roudhoh, Makam Nabi Muhammad, Abu Bakar Ash Shiddiq, Umar Bin Khothob dan tempat-tempat bersejarah
3. Persiapan ke Makkah, mandi wudhu berpakaian ihrom, sholat sunnat ihrom dan niat ihrom.
2.1.2.4. Bir Ali
1. Kegiatan Jama’ah Haji di Bir’Ali adalah berniat ihrom untuk umroh bagi jama’ah yang belum melakukan niat
2. Sholat Sunnat ihrom 2 rokaat.
2.1.2.5. Di Makkah.
Jama’ah Haji setiba di Makkah melakukan beberapa kegiatan:
1. Umroh
a. Thowaf kuddum, mengelilingi Ka’bah 7 kali putaran
b. Melaksanakan sa’i antar bukit shofa ke Marwah 7 kali bolak-balik
c. Tahallul.
2. Umroh Sunnat dari Ji’ronah atau tan’im
3. Melaksanakan ibadah-ibadah Sunnah
4. Ziarah ke tempat-tempat bersejarah
5. Tanggal 8 Dzul Hijjah sore Ke Arofah, berpakaian ihrom, sholat sunnat ihromdan niat Haji
6. Thowaf Ifadhoh ,sa’i, dan tahallul
7. Thowaf wada’ ( Perpisahan
8. Pelaksanaan Dam bisa dilakukan sebelum wukuf
2.1.2.6. Di Arofah
Jama’ah Haji di Arofah melakukan serangkaian kegiatan-kegiatan sebagai berikut :
Tanggal 9 Dzul Hijjah hari Arofah, melaksanakan wukup di padang Arofah sejak tergelincir Matahari sampai terbenam matahari
1. Mendengarkan khutbah wukuf
2. Membaca Al Qur’an
3. Berdzikir
4. Berdo’a dan bermunajat
2.1.2.7. Di Musdalifah.
Jama’ah Haji di Musdalifah melakukan kegiatan mabit( bermalam, dzikir, dan mengambil batu kerikil secukupnya untuk melontar jumroh.
2.1.2.8. Di Mina.
Kegiatan Jama’ah haji diMina adalah:
1. Melontar.
a. Tanggal 10 Dzul Hijjah masih dalam pakaian ihrom melontar Jumroh Aqobah dan Tahallul awal
b. Tanggal 11, 12, 13 Merolntar 3 jumroh, Ula, wustho, dan Aqobah
2. Mabit.
a. Bagi yang Nafar awal bermalam di Mina sampai tanggal 12 Dzul Hijjah. Dan harus meninggalkan Mina sebelum tergelincir matahari
b. Bagi yang nafar Tsani bermalam sampai tanggal 13 Dzul Hijjah
2.1.2.9.1. Di Jeddah ( Madinatul Hujjaj = Pondok Haji)
Jama’ah haji di Jeddah ( di Madinatul Hujjaj ) melakukan kegiatan:
1. Proses Ticketting( GA, Saudia A) dam menerima kembali paspor
2. Proses Penimbangan barang
3. Istirahat menunggu kepulangan
2.1.3. Pemberangkatan Gelombang II
Pemberangkatan Haji gelombag Ke dua, pada dasarnya pelaksanaan dan kegiatannya sama dengan gelombang satu , hanya saja dari Bandara King Abdul Aziz lansung menuju Makkah dan setelah serangkaian Ibadah Haji dan Umroh dilaksanakan baru melakukan kegiatan ke Madinah, apabila pemberangkatan menggunakan Pesawat SA ( Sadia Airline) maka perpulangan langsung dari Bandara Madinah menuju Tanah air , apabila menggunakan GA ( Garuda Airline maka dari Madinah menuju Madinatul Hujjaj dan baru menuju Bandara King Abdul “Aziz.
2.1.3.1.Di Embarkasi
Jamaah Haji gelombang ke II datang di Embarkasi setelah Cek in, penimbangan barang, istirahat, pemeriksaan kesehatan, penerimaan pasport, gelang identitas dan living cost. Maka jama’ah haji segera mempersiapkan diri untuk berangkat ke Bandara King Abdul Aziz Jeddah bagi yang naik pesawat garuda sedangkan yang naik pesawat Saudia Airline menuju Makah.
2.1.3.2. Di Bandara King Abdul Aziz Jeddah
Jama’ah Haji setibanya di Bandara king Abdul aziz Jeddah melaksanakan serangkaian kegiatan :
1. Pemeriksaan surat-surat perjalanan dan pasport
2. Pemeriksaan barang/ kopor, dan pemeriksaan badan
3. Menyerahkan pasport pada ketua regu dan rombongan untuk
diserahkan kepada ketua kolter kemudian diserahkan ke bagian dokumen.dan menunggu keberangkatan menuju Makkah.
Pemeriksaan paspor
4. Pemberangkatan Pulang ke tanah air.
2.1.3.3. Di Makkah.
Jama’ah Haji setiba di Makkah melakukan beberapa kegiatan:
1. Umroh
2. Thowaf kuddum, mengelilingi Ka’bah 7 kali putaran
3. Melaksanakan sa’i antar bukit shofa ke Marwah 7 kali bolak-balik
4. Tahallul.
5. Umroh Sunnat dari Ji’ronah atau tan’im
6. Melaksanakan ibadah-ibadah Sunnah
7. Ziarah ke tempat-tempat bersejarah
8. Tanggal 8 Dzul Hijjah sore Ke Arofah, berpakaian ihrom, sholat sunnat ihromdan niat Haji
9. Thowaf Ifadhoh ,sa’i, dan tahallul
10. Thowaf wada’ ( Perpisahan)
11. Pelaksanaan Dam bisa dilakukan sebelum wukuf
12. Bagi gelombang sau mempersiapkan diri menuju Bandara King Abd Aziz untuk pulang dan gelombang dua mempersiapkan diri menuju Madinag
2.1.3.4. . Di Arofah
Jama’ah Haji di Arofah melakukan serangkaian kegiatan-kegiatan sebagai berikut :
Tanggal 9 Dzul Hijjah hari Arofah, melaksanakan wukup di padang Arofah sejak tergelincir Matahari sampai terbenam matahari
1. Mendengarkan khutbah wukuf
2. Membaca Al Qur’an
3. Berdzikir
4. Berdo’a dan bermunajat
2.1.3.5. Di Musdalifah.
Jama’ah Haji di Musdalifah melakukan kegiatan mabit( bermalam, dzikir, dan mengambil batu kerikil secukupnya untuk melontar jumroh.
2.1.3.6 . Di Mina.
Kegiatan Jama’ah haji diMina adalah:
1. Melontar.
a. Tanggal 10 Dzul Hijjah masih dalam pakaian ihrom melontar Jumroh Aqobah dan Tahallul awal
b. Tanggal 11, 12, 13 Merolntar 3 jumroh, Ula, wustho, dan Aqobah
2. Mabit.
3. Bagi yang Nafar awal bermalam di Mina sampai tanggal 12 Dzul Hijjah. Dan harus meninggalkan Mina sebelum tergelincir matahari
4. Bagi yang nafar Tsani bermalam sampai tanggal 13 Dzul Hijjah
2.1.3.7. .Di Madinah.
Jama’ah Haji gelombang II di Madinah melakukan serangkaian kegiatan antara lain:
1. Sholat berjama’ah di Masjid Nabawi sebanyak 40 waktu ( Sholat arbain) selama 8/9 hari
2. Ziarah ke Roudhoh, Makam Nabi Muhammad, Abu Bakar Ash Shiddiq, Umar Bin Khothob dan tempat-tempat bersejarah
3. Persiapan ke pulang ke tanah air bagi yang naik pesawat Saudia Airlains an bagi yang naik pesawat Garuda mempersiapkan diri ke Madinatul Hujjaj atau Bandara King Abd. Aziz baru menuju ke Tanah air
Untuk lebih jelasnya perhatikan diagram perjalanan Haji di Bawah ini.
DIAGRAM : 2. 1

Keterangan Diagram : 1. Rute Perjalanan Haji dan Umroh
gelombang I
2. Rute Perjalanan Haji dan Umroh
gelombang II
2.2. STRATEGI PEMBELAJARAN PENGALAMAN LANGSUNG
Strategi menurut bahasa sebagaimana dijelaskan WJS Poerwadarminto dalam bukunya Kamus Umum Berbahasa Indonesia 1985: 965 berarti: ilmu siasat, tipu muslihat, untuk mencapai sesuatu yang dimaksud. Dalam perkembangannya kata ini diadopsi dalam dunia pendidikan yang diartikan sebagai perpaduan secara keseluruhan dan pengorganisasian secara kronologis dari metode-metode dan bahan-bahan yang dipilih untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu. (Unesco: 1981).
Pembelajaran merupakan proses interaksi antara guru dan murid yang menghasilkan perubahan sikap, kemampuan dan tingkah laku.
Dari uraian di atas, dapat diambil pengertian yang dimaksud strategi pembelajaran adalah merupakan upaya yang dapat membuat peserta didik dapat belajar dengan gembira dan meriah. Dengan memadukan potensi anak (siswa) yang merupakan suatu kekuatan yang integral untuk mencapai tujuan pendidikan yang mencakup terjadinya perubahan tingkah laku sesuai dengan karakteristik peserta didik berbasis pada sumber belajar dan sesuai dengan hakekat belajar yaitu “Belajar bagaimana belajar” (learn how to learn) dan belajar self regulated learning.
Jadi, konsep dasar strategi pembelajaran adalah upaya mewujudkan belajar dalam suasana menyenangkan, gembira dan mengasyikkan dengan waktu yang tersedia, informasi dan konsep dapat dengan mudah masuk terekam dengan baik pada siswa. Tempat tidak merupakan ikatan dalam proses pembelajaran; bisa di dalam dan di luar kelas. Dalam istilah agama dikenal dengan hikmah. Perhatikan firman Allah:
       
Artinya: “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan nasehat yang baik. (QS. An-Nahl [16]: 125).
Proses berarti tahapan –tahapan yang di tempuh oleh guru dan murid dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran, mulai dari merencanakan, melaksanakan evaluasi dan tindak lanjut di mana dalam proses terjadi interaksi atau hubungan timbal balik antara yang menyampaikan dan yang menerima pesan ( materi pembelajaan ) yang nantinya ada perubahan dari tidak mampu menjadi mampu dari tidak bisa menjadi bisa dari tidak tahu menjadi tau yang tercaver dalam hasil belajar siswa, sebagaimana pendapat Nanang Hanafiah “ Strategi Pembelajaran merupakan salah satu pendekatan dalam rangka mensiasati perubahan perilaku peserta didik secara adaptif maupun generatif ,Strategi Pembelajaran sangat erat dengan gaya belajar peserta didik ( Learning style) dan sangat erat dengan gaya mrngajar guru ( teaching style)”
Dari pendapat di atas dapat diambil suatu pengertian bahwa Strategi Pembelajaran adalah merupakan salah satu siasat atau pendekatan yang di gunakan oleh guru dalam proses pembelajaran dengan harapan materi pembelajaran dapat diterima oleh siswa dengan mudah yang melalui beberapa tahapan sehingga terjadi interaksi antara murid dengan guru secara positif yakni efektif dan efisien serta menyenangkan. Dengan Lankah-langkah pembelajaran sebagai berikut:
1) . Merencanakan:
Guru mempersiapkan segala sesuatu yang berhubungan dengan rencana pembelajaran mulai, memetakkan materi, menganalisa dan menyusun silabus menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), mempersiapkan Instrumen Penilaian, Menyiapkan Media baik Audio Visual dan benda berupa Miniatur Ka’bah, tanda tempat-tempat perjalanan Haji dan Umroh
2) Melaksanakan Pembelajaran dan evaluasi
Guru dan siswa mengikuti kegiatan pembelajaran yang dimulai pendahuluan, kegiatan inti, dan penutup yang meliputi kegiatan Elaborasi, Eskplorasi dan Konfirmasi dan refleksi.
Pengalaman Secara harfiah pengalaman berasal dari kata “alam “ yang mendapat awalan “ pe dan akhiran “an” jadilah kata “ pengalaman” yang mempuanyai arti ; Barang apa yang telah dirasai, diketahui, dikerjakan.
Langsung yang punya arti terus, tidak dengan perantara, Jadi yang dimaksud pengalaman langsung di penulisan ini adalah siswa diajak mengerjakan atau mempraktekkn langsung tidak menggunakan perantara tentang cara pelaksanan ibadah hajji dan umroh, Sebahgaimana pendapat Dr.Nanang Hanafiah M.MPd dalam bukunya Konsep Strategi Pembelajaran ( 51:2009)“Pembelajaran langsung khusus dirancang untuk mengembangkan belajar peserta didik tentang pengetahuan prosedural dan pengetahuan deklaratif yang dapat diajarkan dengan pola selangkah demi selangkah, dengan beberapa tahapan sebagai berikut :
2.2.1. Menyampaikan tujuan dan mempersiapkan pesera didik
2.2.2. Mendemonstrasikan pengetahuanan ketrampilan
2.2.3. Membimbing pelatihan
2.2.4. Mengecek pemahaman dan memberikan umpan balik
2.2.5. Memberikan kesempatan untuk latihan lanjutan”
Jadi Strategi Pembelajaran Pengalaman Langsung merupakan salah satu Strategi Pembelajaran yang mengajak siswa untuk memperagakan hasil pengamatan dari TV,VCD, LCD tentang materi Hajji dan umroh dengan praktek langsung dilapangan, hal tersebut akan lebih berkesan terhadap siswa, sebagaimana dijelaskan oleh Agus Suyanto dinyatakan” Bahwa perbaikan cara itu adalah karena adanya pengalaman dari si anak, sehingga dilihat dari segi hasilnyapun lebih memuaskan” .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: